Written By Unknown on Rabu, 11 Mei 2016 | 00.19

kamera merupakan alat yang sudah sangat populer yang di gunakan dalam fotografi. Kamera berasal dari kata latin, yaitu Camera Obscura, camera yang berarti ruang dan obscura yang berati gelap, jadi camera obscura artiny ruang gelap. Konsep pertama kamera memang benar-benar menggunakan ruang yang gelap. Dengan kemajuan teknologi maka kamera terus berkembang, tapi kamera-kamrea yang awal memiliki konsep pencetakan foto yang berbeda dari foto sekarang.

Berikut beberapa jenis kamera dan cara pencetakanya:
  • Camera Obscura

    Seperti namanya Camera Obscura merupakan ruang gelap yang di gunakan untuk mendapatkan image. Pada awalnya camera obscura merupakan ruang yang gelap dan memiliki lubang kecil sebagai lubang kamera tempat image masuk ke ruangan tersebut. Kamera ini juga memiliki bentuk kotak yang lebih kecil agar bisa dibawa. Proses pencetakannya untuk kamera ini awalnya tidak ada, karena bentuknya yang seperti ruangan biasanya orang masuk keruangan tersebut dan menikmati gambar dari ruangan gelap tersebut. Konsep ini ditemukan oleh seorang ahli fisika bernama Hasan Ibn al-Haytam. Camera obscura juga memiliki bentuk yang lebih kecil dan dapat dibawa atau portable. Dalam kamera versi reiners ini pencetakan foto pertama dibuat yaitu dengan cara memasukan kertas kalkir kedalam kotak agar tekena dari cahaya dari lensa, setelah itu fotografer akan menggambar di kertas tersebut hasil pantulan gambar dari lensa, Sehingga masih hanya menghasilkan gambar. Berikut hasil cetaknya.


  • Daguerreotypy
    Merupakan kamera yang tercipta berikutnya. Pertama kali diciptakan oleh louis jacques mande daguerre dan Nicophore Niepce. Daguerreotypy masih menggunakan kamera obscura hanya saja memiliki proses yang berbeda. Nicophore Niepce adalah orang pertama yang mencetak foto dengan camera obscura menggunakan asphaltum atau aspal pada plat tembaga yang sensitif dengan minyak lavender yang mengandung eksposur yang panjang. Gambar yang dihasilkan dari sistem Daguerreotype ini sendiri terbuat dari amalgam atau Alloy(logam campuran) yaitu campuran dari Mercury dan perak. Uap Mercury yang dihasilkan dari kolam yang berisi air raksa yang dipanasakan digunakan untuk mengembangkan pelat yang terdiri dari pelat tembaga dengan lapisan perak yang tipis dan digulung di dalam kontak yang sebelum nya telah disensitifkan terhadap cahaya dengan uap Yodium sehingga membentuk kristal perak Iodida pada permukaan piring atau lempeng perak. Kekuatan paparan kemudian dikurangi dengan menggunakan brominuntuk membentuk kristal perak bromida dan dengan mengganti lensa Chevalier dengan ukuran yang jauh lebih besar, dan tepat cepat yang dirancang oleh Joseph Petzval. Hasil cetak bisa dibuat dari berbagai ukuran, termasuk cetak foto ukuran dompet, tapi gambar yang dihasilkan seperti kaca dan sangat mudah terhapus atau teroksidasi oleh udara. Berikut hasil cetaknya.


  • Dry Plates

    Camera yang satu ini masih memiliki konsep kamera yang masih sama dengan camera obscura tetapi berbeda proses. Prosesnya bernama collodion sehingga kamera ini sering juga disebut collodion camera.Collodion pertama kali detemukan oleh Frederick scott archer dan Gustave Le Gary. Proses pencetakan foto ini adalah dengan mencampurkan larutan iodida(Nal) dengan larutan collodion(selulosa nitrat), lalu lapisi piringan kaca dengan campuran tersebut. Di dalam ruangan gelap piringan tersebut direndam dengan perak nitrat untuk mmbentuk iodida perak, saat digunakan di kamera piringan masih basah, gambar diambil dengan cara menyorot objek foto, cahaya akan memantulkan obejek ke kaca lensa masuk kepiringan kaca. Hal ini kemudian berkembang dengan menuangkan larutan asam pyrogallic di atasnya dan dengan larutan kuat natrium tiosulfat.
Berikut adalah care penyetakan foto yang berbeda.

G+

Anda baru saja membaca artikel tentang Cara Mencetak Foto Jaman Dulu. Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan masukan email anda dibawah ini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel terbaru dari Tips | Ilmu | Artikel
feedburner

0 komentar:

Posting Komentar

Tips | Ilmu | Artikel © 2014. All Rights Reserved.
Template SimpleCips By SEOCIPS.COM , Powered By Blogger